ANAK RANTAU - CERPEN

 ANAK RANTAU

   Hari masih pagi, namun kesibukan telah mewarnai sudut-sudut kota metropolitan yang asing bagiku. Aku, Rian, adalah seorang anak rantau dari sebuah desa kecil di pelosok negeri. Jauh dari pelukan hangat ibu dan nasihat tegas ayah, aku menapakkan kaki di kota besar ini dengan membawa mimpi dan seonggok kerinduan. Setiap hari terasa seperti perjuangan. Udara dingin di malam hari, hiruk pikuk jalanan, dan tatapan mata asing membuatku merasa kecil dan sendirian. 
   Aku ingat betul bagaimana ibu menitikkan air mata di stasiun kereta, membekali aku dengan sebungkus nasi goreng dan doanya. "Anakku, jangan pernah lupakan siapa dirimu dan dari mana asalmu," ucapnya sambil mengusap air mataku dengan lembut. Ayah hanya diam, namun aku tahu matanya yang berkaca-kaca menyimpan ribuan harapan. Merekalah alasan mengapa aku harus kuat.
   Semula, merantau terasa seperti petualangan. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai merindukan masakan ibu yang gurih dan tawa ayah yang hanya bisa kugambarkan dalam ingatan. Aku seringkali makan seadanya, sesekali memaksakan diri untuk menahan lapar demi menabung. Di sini, teman-teman di kos menjadi satu-satunya keluargaku. Kami berbagi cerita, saling menguatkan, dan terkadang menangis bersama karena kerinduan yang tak terbendung.
   Suatu hari, aku melihat seorang bapak tua yang berjualan di trotoar. Wajahnya begitu lelah, tapi senyumnya tetap terukir. Aku memberanikan diri untuk menyapanya. "Pak, Bapak sendirian di sini?" tanyaku. Dia menjawab, "Nak, hidup ini berat, tapi aku harus berjuang untuk keluargaku di kampung." Kata-katanya sederhana, namun sangat membekas di hati. Sejak saat itu, aku sadar, aku tidak sendirian. Banyak anak rantau lain yang berjuang di sini, dengan impian yang sama. 

   Aku kembali ke kost dengan semangat baru. Kuambil buku catatan dan kuisi dengan kata-kata motivasi. Aku akan berjuang, aku akan sukses, dan suatu hari nanti, aku akan pulang membawa kebanggaan. Bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibu. Aku akan membuktikan bahwa perjuangan ini tidak akan sia-sia. Aku adalah anak rantau, dan aku akan kuat. 

Komentar

Postingan Populer